Shalom,
Semua orang pasti suka jika menerima berkat dan promosi dari Tuhan, tetapi ada seberapa banyak orang yang suka mengalami pergumulan?
Siang ini aku diberkati oleh seorang sahabat yang sharing mengenai kehidupannya.
Sahabatku ini dulunya ada seorang pemimpin perusahaan besar yang bergerak di bidang supply barang. Memiliki kehidupan yang berkelimpahan. Tetapi setelah berjalan sekitar 7 tahun, perusahaannya bangkrut karena pengeluaran pribadi yang membengkak. Semua aset harus dijual, dan harus kembali ke titik nol. Bahkan istri dan anaknya meninggalkan dia. Sahabat saya tetap bertahan hidup di dalam Tuhan dan tidak menyalahkan Tuhan. Dia rela bekerja menjadi pesuruh dan tukang bersih-bersih. Bahkan saat ini mendapat pemberitahuan akan diberhentikan dalam waktu 3 bulan ke depan. Padahal umurnya sudah diatas 40 tahun dan sulit mencari pekerjaan yang baru.
Tetapi satu hal pelajaran yang saya ambil, dia mau tetap setia dan mengucap syukur disaat menghadapi pergumulan hidupnya yang sangat berat. Dia tidak menyalahkan Tuhan dan tetap mengatakan Tuhan Yesus baik.
"katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut."
( Ayub 1:21-22 )
Sahabatku, seberapa banyak dari kita yang tetap mau setia disaat mengalami beban hidup yang berat?
Di dalam menghadapi masalah bukan bergantung kepada kekuatan pribadi kita, tetapi bagaimana kita bergantung kepada kekuatan Tuhan.
Tetaplah bertahan dan setia menghadapi pergumulan hidupmu sebab Tuhan ada bersamamu untuk memberikan kekuatan kepadamu untuk menang menghadapi semua pergumulanmu.
Tuhan Yesus Kristus memberkatimu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar