SELAMAT DATANG DAN SALAM KENAL, SEMOGA WEB KPY DAPAT DITERIMA DAN BERGUNA BAGI KITA SEMUA
-->

KEMBALI PADA YESUS (KPY)

Menjangkau Jiwa-Jiwa Melalui Media Sosial

KPY

KPY

DAFTAR ISI

  • Rumah
  • KPY Peduli
  • Kontak
  • Instagram KPY

Gesekan Antar Sesama

Ayat bacaan: 1 Korintus 1:10
========================
"Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir."

Dalam pelajaran Fisika ada yang disebut dengan gaya gesek. Gaya gesek adalah gaya yang melawan interaksi/gerakan antar dua permukaan yang saling bersentuhan. Gesekan yang terjadi antara dua benda bisa menimbulkan panas hingga percik api. Contoh sederhana saja, kalau kita menggosokkan tangan secara kontinu maka tangan akan terasa panas. Korek api merupakan metoda yang didasari gesekan, sebagaimana halnya orang dahulu kala menghasilkan api dengan menggesekkan kayu. Menariknya, daya gesek ini bukan saja terjadi antara dua benda dan permukaannya saja, tetapi juga bisa terjadi antar manusia. Tidak jarang kita melihat terjadinya pertikaian karena friksi atau gesekan yang dibiarkan terjadi dan tidak diatasi sesegera mungkin. Mulanya biasa, tetapi gesekan yang terus menerus terjadi bisa menimbulkan panas sehingga perselisihan, perkelahian atau berbagai hal yang mengarah kepada tindak kejahatan pun bisa menjadi akibat dari gesekan antar manusia.

Seorang teman bercerita tentang pengalamannya saat ia baru saja bergabung di tim musik sebuah gereja di kotanya. Sebagai anak baru, ia bertemu dengan orang-orang baru disana. Ada yang menyambut baik, ada yang diam saja, bahkan belakangan ia merasa bahwa ada yang sentimen kepadanya. Beda manusia beda gaya. Itu biasa. Semakin sering anda bertemu seseorang, semakin besar kemungkinan terjadinya gesekan. Itu pun wajar. Kita tidak bisa memaksakan semua orang untuk sama bereaksinya sesuai keinginan kita. Ada yang mungkin memang sifatnya pendiam, bisa saja ada yang langsung menebarkan aroma persaingan. Ada yang cepat akrab, ada yang butuh waktu. Semua itu akan muncul saat bertemu orang-orang baru, saat anda masuk ke dalam sebuah kumpulan baru. Yang membuat teman saya heran adalah bahwa di kumpulan tim musik yang melayani Tuhan ternyata ia masih saja bertemu dengan orang-orang yang tidak bersahabat, bahkan konfrontatif alias nyolot. Itu memang tidak bisa dihindari, karena selain sifat orang berbeda-beda, motivasi orang dalam melayani pun bisa saja berbeda. Ada yang murni untuk Tuhan, tapi ada pula yang karena ingin menonjol, paksaan keluarga dan berbagai alasan lain. Kenyataannya memang tidak semua pelayan Tuhan memiliki motivasi benar dalam menjalankan tugasnya.

Lantas apa yang harus menjadi perhatian kita? Yang penting adalah memastikan bahwa motivasi kita sudah benar, lalu menjaga agar jangan sampai gesekan-gesekan yang terjadi berbuah sesuatu yang negatif. Kalau kita menjadi malas saat merasa terintimidasi oleh sekelompok orang, itu artinya kita sendiri masih belum benar motivasinya. Bukankah kalau fokus kita memang untuk menyenangkan Tuhan seharusnya kita tidak mudah terganggu oleh perilaku teman sepelayanan? Kalau belum apa-apa kita sudah bereaksi dengan emosional, seperti mengundurkan diri dari pelayanan, menghujat atau yang lebih ekstrim langsung pindah Gereja, itu artinya kita belum sampai pada visi yang benar dalam melayani Tuhan.

Pertama, mari kita lihat kisah ketika Simon Petrus ditanya Yesus dengan pertanyaan yang sama sebanyak tiga kali. "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:15-17).  Yesus menganggap perlu untuk mengulangi pertanyaanNYa sampai tiga kali, artinya hal ini merupakan sesuatu yang penting. Dasar utama melayani itu penting dan harus kita pastikan benar-benar. Apa yang harusnya menjadi dasar utama untuk melayani atau menggembalakan adalah mengasihi Yesus lebih dari segala sesuatu. Bukan atas mengasihi diri sendiri, demi popularitas dan berbagai motivasi-motivasi yang salah, tapi semata-mata karena kita mengasihi Kristus.

Lantas bagaimana jika ada seseorang yang menjengkelkan dalam pelayanan atau mungkin dalam Gereja? Saya mengerti bahwa mungkin sulit untuk fokus melakukan sesuatu ketika ada hal yang mengganggu di dekat kita. Tetapi hendaklah kita bisa mengalahkan itu, karena fokus mengasihi Yesus seharusnya berada di atas segala motivasi lainnya.

Yesus juga berkata: "Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa." (Yohanes 12:26). Adalah wajib bagi kita yang berada dalam pelayanan untuk mengikuti Yesus dimanapun Dia berada. Dan hal itu bisa jadi tidak mudah, karena seringkali kita harus menghadapi situasi-situasi bagaikan memikul salib. Dan hal itu pun sudah diingatkan Yesus sejak awal. "Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:24).

Jika kita melihat para Nabi baik di Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, kita pun akan melihat bahwa pelayanan mereka seringkali disertai berbagai permasalahan, penuh penderitaan dan berbagai gejolak yang setiap saat mampu melemahkan mereka hingga ke titik terendah. Dari Nuh, Musa hingga Paulus dan rekan-rekan sepelayanannya, semua mengalami berbagai masalah yang tidak mudah untuk dihadapi. Namun mereka tidak patah semangat, dan tetap tegar melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa. Mereka tetap tekun melayani sepenuh hati. Malah tidak sedikit yang mempertaruhkan nyawa mereka, bahkan kebanyakan malah harus rela menjadi martir. Tapi mereka tetap setia hingga akhir. Mengapa? Karena visi mereka jelas, yaitu menempatkan Tuhan di atas segalanya dalam apapun yang mereka lakukan. Meski ditempatkan pada posisi kehilangan nyawa sekalipun, visi yang benar akan membuat mereka tidak melenceng sedikitpun. Mereka punya sikap hati yang lebih mementingkan keinginan Tuhan di atas segalanya.Kita bisa meneladani mereka. "Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan."(Yakobus 5:10). Kedatangan Yesus ke dunia pun tidak lepas dari berbagai penderitaan. Tapi karena kasihNya yang luar biasa besar bagi kita, Dia menggenapkan kehendak Bapa hingga tuntas, mati di atas kayu salib demi menebus dosa-dosa kita. .

Perselisihan dalam pelayanan bisa terjadi kapan saja. Gesekan-gesekan akan selalu ada ketika kita berada dalam sekelompok orang yang sama setiap hari. Itu sangat wajar. Gesekan menimbulkan panas, itu benar. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah sikap hati kita dalam menghadapi hal itu. Alangkah ironisnya jika kita menjadi sulit membedakan mana yang menjadi keinginan Tuhan dan mana yang berasal dari ego dalam diri kita.

Lantas bagaimana jika terjadi gesekan atau perselisihan? Yang terbaik adalah berusaha secepatnya untuk berdamai dan saling memaafkan. Seperti apa yang diingatkan oleh Paulus, kita harus selalu berusaha menghindari perpecahan. "Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir." (1 Korintus 1:10). Seperti halnya Tuhan selalu siap membukakan pintu pengampunanNya bagi kita, demikian pula kita harus selalu siap untuk saling memaafkan satu sama lain. Dan itupun ada ayatnya. "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32). Lalu dengarkan pula nasihat Paulus kepada Timotius berikut: "sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran." (2 Timotius 2:24-25).

Jika dalam menghadapi gesekan belum apa-apa kita sudah bereaksi dengan emosional, seperti mengundurkan diri dari pelayanan, menghujat atau yang lebih ekstrim langsung lompat pagar pindah gereja, itu artinya kita belum sampai pada visi yang benar dalam melayani Tuhan, dan itu juga berarti bahwa kita belumlah menjadi pelayan yang taat terhadap tuannya. Ingatlah bahwa di atas segalanya kita melayani karena mengasihi Kristus lebih dari segalanya. Taklukkanlah hal-hal lain yang mungkin merintangi pelayanan kita dengan kasih dan saling memaafkan dan fokuslah kembali pada tujuan dan visi yang sesungguhnya. Jangan biarkan motivasi menjadi kabur lalu membiarkan hal-hal negatif muncul karena adanya pergeseran arah tujuan pelayanan. Pastikan semuanya berjalan benar, dalam koridor dan motivasi yang benar, sehingga nama Tuhan bisa dipermuliakan dalam setiap pelayanan kita.

Sikapi gesekan dengan baik lewat menjaga motivasi melayani yang benar

Tuhan Yesus Kristus memberkati...

Label: KPY
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pencarian

Renungan

  • KPY
  • RHO
  • NDC
  • KESAKSIAN
  • INSPIRASI
  • INFO
  • KIRIMAN SAUDARA

Dibaca Terbanyak

  • Jangan Berharap Kepada Manusia
  • Tuhan pasti jawab doa dan seruanmu
  • Be a light of the world
  • Iman Ahok Kepada Tuhan Yesus Kristus
  • Tuhan Tidak Adil?

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

Twitter KPY

Tweets by @KPY_Official

Kirimkan Renungan Saudara disini

Nama

Email *

Pesan *

Copyright © 2009-2020 . Designed by Kembali Pada YESUS