SELAMAT DATANG DAN SALAM KENAL, SEMOGA WEB KPY DAPAT DITERIMA DAN BERGUNA BAGI KITA SEMUA
-->

KEMBALI PADA YESUS (KPY)

Menjangkau Jiwa-Jiwa Melalui Media Sosial

KPY

KPY

DAFTAR ISI

  • Rumah
  • KPY Peduli
  • Kontak
  • Instagram KPY

Kesembuhan Oleh David Falk

Kiriman Dari:
vanda laudiya sanger

Saat mengunjungi wilayah Tirus, Yesus didatangi oleh seorang perempuan non-Yahudi yang mencari kesembuhan untuk anak perempuannya. Ketika perempuan ini datang dan tersungkur di depan kaki-Nya, Tuhan berkata, ‘Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing’. Mrk 7:27-28. Sekilas, respon ini kelihatannya dingin dan kasar, tapi Yesus sedang menyatakan dua kebenaran yang sangat penting. Pertama, kesembuhan adalah roti yang disediakan bagi anak-anak. Dan kedua, roti hidup ini adalah milik umat perjanjian Allah.

Perjanjian Allah dengan kita

Dalam kitab Kejadian, kita belajar bahwa Allah telah mengadakan suatu Perjanjian Kekal dengan kita. Dia mendeklarasikan maksud-Nya kepada Abraham, demikian, ‘Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu’. Kej 17:7. Perjanjian Kekal ini adalah suatu perjanjian tentang status anak karena Allah telah mendeklarasikan, ‘Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan’. 2Kor 6:18. Yeh 16:60. 1Yoh 4:19. Di sepanjang sejarah, hal ini telah menjadi kehendak dan tujuan-Nya.

Melalui suatu proses adopsi dan kelahiran baru, Bapa sorgawi kita merencanakan untuk membawa banyak anak kepada kemuliaan. Ibr 2:10. Rm 9:4. Gal 4:5. Ef 1:5. Yoh 3:3-7. Kitab Suci mengajarkan bahwa setiap laki-laki dan perempuan telah dikenal sebelumnya oleh Dia. Nama-nama kita tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba. Why 21:27. Sebelum dunia dijadikan, kita telah ditentukan untuk menjadi milik kepunyaan Allah. Yer 1:5. Ef 1:4-5. Tuhan berjanji kepada Israel, demikian, ‘Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku (menaati suara-Ku) dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari 
antara segala bangsa’. Kel 19:5.

Kesembuhan dan kesesakan

Kita bisa mengharapkan kesembuhan karena kita adalah anak laki-laki dan anak perempuan-Nya; kita adalah bagian dari umat perjanjian-Nya. Namun, kesembuhan kita bergantung pada sejumlah faktor yang sangat berhubungan 
dengan nama dan pekerjaan kita yang telah ditentukan. Penting untuk memahami bahwa kita tidak diberikan kekebalan dari kesesakan hanya karena kita adalah umat perjanjian-Nya. Untuk memahami peran kesembuhan dalam kehidupan kita, kita akan memperhatikan apa yang Alkitab katakan tentang kesesakan.

Raja Daud menuliskan dalam Mazmurnya pada pasal 34, ‘Kemalangan (kesesakan) orang benar banyak’. Mzm 34:20. Jelas bahwa orang benar akan mengalami kesesakan. Rasul Petrus menguatkan hal ini ketika dia menuliskan, ‘Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada  sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu’. 1Ptr 4:12. Sama seperti Daud, kita tahu bahwa rasa sakit karena kesesakan tidaklah sebanding dengan pengetahuan yang kita dapatkan tentang Perjanjian-Nya selama masa-masa ini. 
Dia menuliskan, ‘Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu’. Mzm 119:71. Kita tidak tawar hari dalam pencobaan sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan suatu ‘kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya’. 2Kor 4:17. Rm 5:3-5.

Tiga jenis kesesakan

Kitab Suci menguraikan tiga jenis kesesakan yang berbeda, yang harus kita atasi dalam kehidupan kita. Kesesakan-kesesakan ini digambarkan dalam kehidupan Daniel, Nuh dan Ayub. Dan 6:4-5. Ayb 1:8-12. Kej 6:5. Yeh 14:14. 
Ketika kita mempelajari pencobaan yang dialami oleh ketiga orang yang setia ini, kita mendapati bahwa kesesakan datang ‘dalam’ dan ‘dari’ dunia, ‘dalam’ dan ‘dari’ daging dan oleh si jahat. Meskipun Dia bukan penyebab kesusahan kita, Tuhan tidak menjauhkan diri-Nya dari rasa sakit dan penderitaan kita. Yes 63:9. Dia tidak mundur. Kita tahu bahwa Dia tidak pernah bersalah atas dosa kelalaian. Pemazmur mendeklarasikan, ‘Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku’. Ams 5:21. Mzm 31:8.

Kesesakan dari dunia

Dalam suratannya kepada jemaat Tesalonika, Paulus menuliskan, ‘Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu’. Sama seperti Daniel, kita mungkin mengalami kesesakan oleh karena orang fasik. Sementara kita menjadi yakin bahwa Allah akan membalas orang-orang yang menganiaya kita, kita juga menantikan perhentian dan kelegaan di tengah-tengah pencobaan kita. Rasul Paulus meyakinkan kita bahwa Dia akan ‘memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas’. 2Tes 1:6-7. Kita membaca dalam Mazmur 94, ‘Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu, untuk menenangkan dia terhadap hari-hari malapetaka, sampai digali lobang untuk orang fasik’. Melalui setiap musim ganjaran (hajaran), Tuhan sedang menginstruksikan kita tentang Perjanjian-Nya.

Kesesakan dari daging

Jika penderitaan kita adalah akibat dari dosa kita sendiri, kita hanya perlu mengakui kegagalan kita dan datang kepada pertobatan. Satu-satunya dosa yang memimpin kepada maut adalah dosa yang tidak diakui yang menjadi suatu hujatan (pelanggaran) melawan Roh Kudus. Mrk 3:29. Mungkin kita pernah membuat keputusan keputusan yang buruk pada masa lalu dan terus menderita konsekuensi-konsekuensi dari keputusan tersebut. Kita bisa menemukan kesembuhan melalui pengakuan! Karena, kepada kita dijanjikan bahwa ‘Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan’. 1Yoh 1:9

Kesesakan dari Iblis

Cerita yang sangat terkenal tentang Ayub menggambarkan jenis kesesakan yang datang dari tangan Iblis. Kesusahan yang menyerang Ayub begitu kuat sehingga dia mengutuk hari kelahirannya. Ayb 2:6. Ayb 3:1. Jika kita sedang menderita serangan dari Iblis, kita dapat dikuatkan dan dibentengi oleh rasul Petrus yang menuliskan, ‘Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.’ 1Ptr 5:8-10.

Kesembuhan adalah roti yang disediakan bagi anak-anak. Kesembuhan adalah milik kita! Tuhan ingin menyembuhkan kita, tanpa memperhatikan penyebab kesesakan kita; apakah kesesakan kita datang dari dunia, daging atau si jahat atau karena kesalahan-kesalahan kita sendiri. Dia mau ‘meluruskan jalan bagi kaki kita, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh’. Ibr 12:12-13.

Dia ingin memuaskan tahun-tahun kita dengan hal-hal yang baik

Kita membaca dalam kitab Mazmur, ‘Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu (tahun-tahunmu) dengan kebaikan’. Mzm 103:2-5. Tuhan ingin memuaskan kita dengan kebaikan (hal-hal yang baik) yang sesuai dengan tahun-tahun kita.

Seorang yang berusia delapan belas tahun mungkin percaya akan kesembuhan dan kemakmuran yang diperlukan untuk suatu kehidupan melayani yang akan datang. Mrk 11:24. Namun, jika kita berusia setengah baya, penting untuk menjaga diri kita sendiri dengan bertanggung jawab karena kita masih memiliki suatu pertandingan untuk dijalani! 1Kor 9:24. Dalam usia senja kita, kita dapat percaya kepada Allah untuk menjamah dan menyembuhkan kita supaya tahun-tahun kita dapat dipuaskan dengan hal-hal yang baik. Orang-orang Kristen yang lebih tua dapat hidup dalam iman, mengetahui bahwa‘masa muda’ mereka sedang dibaharui hari demi hari. Kekuatan sayap rajawali akan membuat kita sanggup untuk menghidupi hari-hari kita yang telah ditentukan, melakukan kehendak-Nya. Mzm 103:5. Kel 19:4-6.

Dikuatkan untuk setiap pekerjaan baik

Tuhan mau menguatkan dan memperlengkapi kita untuk pekerjaan-pekerjaan baik yang Dia telah persiapkan untuk kita. Ibr 13:21. Ef 2:10. Itulah konteks kita untuk kesembuhan. Jika Dia tidak menyembuhkan kita, jelas bukan kehendak-Nya untuk melakukan demikian. Mat 6:10. Pada tiga peristiwa, rasul Paulus mencari Tuhan untuk menyingkirkan duri dalam dagingnya. Respon Tuhan hanyalah meyakinkan Paulus bahwa kasih karunia-Nya cukup untuk dia. Jika Dia memilih untuk tidak menyembuhkan anda atau saya, akan menenangkan untuk mengetahui bahwa kasih karunia Tuhan akan cukup untuk kita juga. 2Kor 12:7-9.

Jangan seperti Raja Asa

Apakah kesulitan yang kita alami bersifat jangka pendek atau ‘kronis’, kita seharusnya terus mencari Tuhan untuk kesembuhan. Dalam kitab Tawarikh yang kedua, kita membaca cerita tentang Raja Asa, raja Yehuda. Dalam tahun-tahun terakhirnya, dia mulai melihat kepada dunia untuk mendapatkan pertolongan pada masa-masa sulit. Dikatakan bahwa dia mencari perlindungan militer dari Raja Aram. Dan ketika dia menjadi sakit parah pada kakinya, dia mencari tabib-tabib dan bukan Tuhan. 2Taw 16:12. Meskipun wajar untuk mencari pertolongan medis, tapi penting untuk pertama tama mencari Tuhan. Yak 5:13-16. Mzm 121:1-2.

Roti yang disediakan bagi anak-anak

Pada perjamuan terakhir, Yesus memecahkan roti dan berkata, ‘Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu’. Luk 22:19. Tubuh Tuhan adalah roti yang disediakan bagi anak-anak. Roti hidup ini adalah milik umat perjanjian-Nya untuk kesembuhan mereka. Yoh 6:32-35. Roti hidup ini juga adalah firman-Nya yang keluar dari takhta-Nya. Dia telah mengukur hari-hari kita dan akan membawa kita kepada kepenuhan tahun-tahun kita supaya kita dapat dipuaskan melakukan kehendak-Nya.

Nabi Yoel menggambarkan kelimpahan hidup yang Tuhan ingin curahkan atas kita. Dia menuliskan, ‘sebab tanah gembalaan di padang gurun menghijau, pohon menghasilkan buahnya, pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya. Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.’ Yl 2:22-24. Terpujilah Tuhan untuk penyediaan-Nya!

Kiriman Dari:
vanda laudiya sanger

Label: KIRIMAN SAUDARA
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pencarian

Renungan

  • KPY
  • RHO
  • NDC
  • KESAKSIAN
  • INSPIRASI
  • INFO
  • KIRIMAN SAUDARA

Dibaca Terbanyak

  • Jangan Berharap Kepada Manusia
  • Tuhan pasti jawab doa dan seruanmu
  • Be a light of the world
  • Iman Ahok Kepada Tuhan Yesus Kristus
  • Tuhan Tidak Adil?

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

Twitter KPY

Tweets by @KPY_Official

Kirimkan Renungan Saudara disini

Nama

Email *

Pesan *

Copyright © 2009-2020 . Designed by Kembali Pada YESUS