SELAMAT DATANG DAN SALAM KENAL, SEMOGA WEB KPY DAPAT DITERIMA DAN BERGUNA BAGI KITA SEMUA
-->

KEMBALI PADA YESUS (KPY)

Menjangkau Jiwa-Jiwa Melalui Media Sosial

KPY

KPY

DAFTAR ISI

  • Rumah
  • KPY Peduli
  • Kontak
  • Instagram KPY

Beribadah Tapi Memungkiri Kekuatannya

Ayat bacaan: 2 Timotius 3:5
=====================
"Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya."

Ke gereja tapi tetap takut hantu. Rutin berdoa tapi masih percaya mistis. Beribadah ya, ke paranormal juga ya. Katanya percaya Tuhan, tapi kuatir tetap Ada banyak sekali orang percaya yang masih seperti itu. Mengakunya mengandalkan Tuhan, tapi mamon tetap nomor satu. Uanglah yang terus menjadi prioritas utama hidup. Bukankah semua kebutuhan membutuhkan uang? Tahu bahwa Tuhan bisa melakukan mukjizat, tapi hidup masih saja tergantung jimat. Katanya warga negara Kerajaan Surga, tapi masih saja ikut cara-cara sesat dunia. Perhatikanlah, ada banyak orang peraya yang masih memiliki cara pandang dan pola hidup seperti ini. Mengapa ini bisa terjadi? Itu karena mereka menjalankan ibadah tapi meragukan kekuatannya.

Kebiasaan memakai logika manusia yang terbatas dalam memahami kuat kuasa Tuhan yang tak terbatas bukan hanya masalah bagi orang percaya hari ini tapi sudah terjadi sejak jaman dahulu. Paulus menggambarkan hal ini sebagai salah satu fenomena yang akan semakin marak menjelang akhir jaman. "Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya." (2 Timotius 3:5) Ini adalah satu dari sekian banyak hal serius yang digambarkan Paulus sebagai "masa yang sukar". (ay 1). Masa yang sukar, dalam benak kita itu berarti ada banyak krisis, bencana, peperangan, tekanan, instabilitas politik, keonaran yang ditimbulkan para pengacau keamanan dan sebagainya. Benar, itu memang masih terus terjadi akhir-akhir ini. Tetapi apa yang dikatakan oleh Paulus sebagai masa yang sukar ternyata bukan sekedar mengacu kepada kerusakan lingkungan, ketidakstabilan atau bahkan krisis ekonomi. Masa-masa yang sukar menurut Paulus terletak pada kejatuhan manusia semakin jauh dalam mementingkan dirinya sendiri.

"Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah." (ay 2-4). Perhatikan bahwa sikap-sikap seperti ini bukan lahir dari orang tidak percaya tapi justru lahir dari orang-orang yang rajin menjalankan ibadah seperti yang disebutkan dalam ayat 5 di atas. Intinya, secara lahiriah mereka beribadah, tapi mereka sebenarnya meragukan atau bahkan menolak kekuatannya. Although they pray constantly, they refuse to believe the power of it. They are still strangers to God. Ini merupakan teguran buat kita juga yang secara fisik hadir di gereja, rajin persekutuan dan rutin berdoa tetapi hanya sebagai sebuah ritual atau kebiasaan atau tradisi semata tanpa mengalami pertumbuhan iman apapun lewat itu semua. Kita memang beribadah, tetapi kita sendiri malah memungkiri kekuatannya.

Apakah saya mengatakan bahwa beribadah itu berarti tidak penting? Sama sekali tidak. Beribadah itu sangat penting. Tapi adalah penting juga bagi kita untuk memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan disertai iman yang penuh dan bulat, tidak setengah-setengah, tidak hanya sekedar menjalankan apa yang kata orang tua wajib untuk dilakukan. Beribadah itu perlu latihan. Itu dikatakan langsung oleh Paulus. "Latihlah dirimu beribadah". (1 Timotius 4:7b). Mengapa harus dilatih? Karena latihan rohani itu bisa membawa manfaat yang jauh lebih besar dari latihan badani/jasmani. "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (ay 8). Anda pergi ke pusat kebugaran, bangun pagi dan lari pagi, itu akan sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran. Itu berguna bagi kehidupan kita di dunia saat ini, tetapi tidak akan ada gunanya lagi untuk hidup yang akan datang. Sedangkan melatih diri untuk beribadah akan berguna baik untuk hidup saat ini maupun yang akan datang nanti.

Jadi jelas beribadah itu penting. Tapi jangan lupa bahwa kita pun harus tahu hakekatnya kita beribadah. Paham tujuannya, mengerti kegunaannya dan sadar sepenuhnya akan kekuatan yang terkandung di dalamnya. Itu perlu kita ketahui dan camkan benar-benar agar ibadah yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia, tidak berhenti hanya sebatas menjalankan tradisi, sesuai kebiasaan atau tata cara liturginya saja. Ibadah yang dilakukan dengan benar akan mampu membangun iman kita untuk bertumbuh makin besar, berakar dalam Kristus semakin dalam, sehingga kita lagi terjebak memungkiri sendiri kekuatan di balik ibadah-ibadah yang kita lakukan itu.

Ibadah yang dilakukan hanya pada titik lahiriah saja tidak akan membawa manfaat apa-apa bagi kita. Kita akan terus semakin jauh dari pengalaman-pengalaman luar biasa bersama Tuhan. Kita tidak akan bisa merasakan mukjizatNya, penyertaan dan pertolonganNya yang ajaib, serta berbagai kuasa Tuhan yang terus dinyatakan hingga hari ini secara nyata. Kita akan menolak untuk mempercayai bahwa memang ada orang-orang yang mengalami mukjizat sebagai bagian dari pengalaman hidupnya. Kalau memang tidak percaya, lantas buat apa repot-repot berdoa dan melakukan ibadah? Karya Tuhan bukanlah sesuatu yang mustahil untuk kita alami. We can see it, feel it, experience it for real. Kita harus terus maju memahami kekuatan dari ibadah hingga pada suatu ketika nanti bisa mengalaminya langsung, bukan lagi hanya kata orang tetapi kita sudah mengalami sendiri. Semua orang percaya harus sampai kepada tingkatan seperti itu, dan itu akan sulit sekali apabila kita sendiri masih memungkiri kekuatannya. Bukankah Tuhan Yesus sendiri sudah mengingatkan bahwa iman sebesar biji sesawi sekalipun akan mampu memindahkan gunung, dan tidak akan ada lagi yang mustahil bagi kita? (Matius 17:20). Ibadah yang dilakukan secara kosong tanpa disertai iman hanya akan sia-sia. Karenanya kita perlu benar-benar memastikan agar kita tidak sampai terjebak pada melakukan sebuah rutinitas tanpa makna dalam hal menjalankan ibadah.

Ibadah tidak boleh terbatas pada seremonial yang penuh dengan hafalan tanpa memahami esensinya. Ibadah tidak boleh berhenti pada tata cara, gerak tubuh, posisi dan ucapan yang sama berulang-ulang. Ibadah seharusnya diarahkan untuk membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Ibadah bukanlah tempat dimana kita hanya meminta dan terus meminta, mengeluh dan merengek tetapi lebih dari itu seharusnya dipergunakan untuk bersekutu denganNya, merasakan hadiratNya, mendengar suaraNya dan mengetahui kehendak dan rencanaNya yang terbaik atas kita, atau mendengar teguranNya ketika kita melakukan sesuatu yang salah.

Tuhan tidak suka dengan orang-orang yang hanya menjalankan ibadah sebagai sebuah rutinitas atau ritual belaka. "Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi." (Yesaya 29:13-14). Perhatikan bahwa bahkan akan ada hukuman Tuhan yang jatuh kepada orang-orang yang hanya sebatas bibir saja memuliakan Tuhan, hanya sebatas hafalan, seremonial, kebiasaan, sementara hatinya tidak memancarkan kasih sama sekali kepada Tuhan. Sebaliknya kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan dalam tiap ibadah yang mereka lakukan, Tuhan memberikan seperti ini: "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera."(Bilangan 6:24-26). Ini akan diberikan sebagai berkat kepada kita jika kita meletakkan nama Tuhan di atas segalanya, termasuk dalam ibadah kita. (ay 27). Dan lihat pula Firman Tuhan berikut: "beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu" (1 Samuel 12:20b). Beribadah harus dilakukan dengan segenap hati, dengan serius dan sungguh-sungguh dengan memiliki tujuan yang benar.

Tuhan tidak suka diduakan atau hanya dijadikan satu dari sekian banyak alternatif. Tuhan tidak suka ketika kita hanya ingin terlihat hebat rohani dari luar sementara di dalam iman kita malah tidak jelas bentuknya. Sebaliknya Tuhan akan disenangkan hatiNya kala melihat anak-anakNya yang rajin beribadah karena mengerti betul kekuatan atau kuasa yang terkandung di dalamnya. Tuhan akan sangat senang kalau anak-anakNya beribadah karena haus merasakan kedamaian dan sukacita saat bersamaNya, rindu untuk terus bertemu dan mendengar pesan-pesanNya, dan tentu saja yang menunjukkan imannya dengan mengaplikasikan firman Tuhan secara nyata di dalam kehidupannya sehari-hari.

Kita bukanlah hidup untuk terlihat hebat di depan manusia, tetapi justru yang terpenting adalah menghidupi sebuah kehidupan yang berkenan di mata Tuhan. Jika kita sudah beribadah tetapi masih juga meragukan atau menolak kuasa Tuhan, itu artinya masih ada yang harus kita perbaiki dalam melakukan ibadah kita. Percayalah bahwa ada kuasa luar biasa dibalik setiap ibadah yang kita lakukan dalam namaNya. Itu masih terjadi secara nyata sampai hari ini, masih akan terjadi nanti, dan itu pun bisa kita alami secara langsung dalam kehidupan kita sendiri, tapi itu tidak akan bisa kita alami apabila kita masih terus memungkiri kekuatannya.

Jangan biarkan ibadah sia-sia dan kosong dengan hanya mementingkan tata cara dan kebiasaan saja

Tuhan Yesus Kristus memberkati...

Label: KPY, RHO
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pencarian

Renungan

  • KPY
  • RHO
  • NDC
  • KESAKSIAN
  • INSPIRASI
  • INFO
  • KIRIMAN SAUDARA

Dibaca Terbanyak

  • Ibrani
  • Hidup di dalam kasih setia Tuhan
  • Dunia kembali di bersihkan
  • Mematikan Keinginan Daging
  • Mark-Up

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

Twitter KPY

Tweets by @KPY_Official

Kirimkan Renungan Saudara disini

Nama

Email *

Pesan *

Copyright © 2009-2020 . Designed by Kembali Pada YESUS