SELAMAT DATANG DAN SALAM KENAL, SEMOGA WEB KPY DAPAT DITERIMA DAN BERGUNA BAGI KITA SEMUA
-->

KEMBALI PADA YESUS (KPY)

Menjangkau Jiwa-Jiwa Melalui Media Sosial

KPY

KPY

DAFTAR ISI

  • Rumah
  • KPY Peduli
  • Kontak
  • Instagram KPY

Bersih Tangan dan Murni Hati

Ayat bacaan: Mazmur 24:4-5
=======================
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia."

Kalau melihat lowongan kerja, hampir semua perusahaan mendasarkannya pada gelar. Minimal S1, lebih baik lagi S2 apalagi S3. Lucunya, seringkali mereka hanya mencari sarjana tanpa mempedulikan bidang yang dipelajari. Gelar sarjana teknik bekerja di bank, gelar sarjana ekonomi di bidang yang tidak berhubungan dengan perekonomian, bahkan ada teman lulusan sarjana sastra yang bekerja sebagai supervisor sebuah pabrik makanan ringan. Yang penting S1 dan S lainnya kan? Itu yang dicari. Padahal gelar bisa dibeli, skripsi bisa dialihkan bebannya kepada orang dengan sejumlah uang. Kalau saya yang punya perusahaan, saya tidak akan menggantungkan pada gelar. Mengapa? Karena ada banyak nilai lain yang lebih penting yang nantinya akan jauh lebih berguna ketimbang sebuah surat ijazah kelulusan. Semua bisa diajarkan dan dipelajari, tapi integritas, kesetiaan, ketulusan, kejujuran dan sejenisnya buat saya lebih menentukan kualitas seseorang.

Ini merupakan kualitas manusia yang semakin lama semakin langka dan semakin jarang dianggap penting. Korupsi dan penipuan terjadi di setiap lini pekerjaan mulai dari atas sampai ke bawah. Orang pun tidak lagi tulus dalam mengerjakan sesuatu tapi pamrih. Hasil kerja tergantung bayaran, kalau tidak dibayar tidak dikerjakan, pendeknya semuanya tergantung uang. Soal jujur apalagi. Berbagai godaan, tuntutan keadaan atau alasan seperti ikut arus, solidaritas dan sebagainya bisa membuat orang meninggalkan integritasnya dan mulai beralih untuk mencari tambahan lewat cara-cara curang. Sedikit saja kan tidak apa-apa? Apalah artinya sekian juta buat perusahaan... atau, ah sekali-sekali masa tidak boleh? Kebetulan lagi butuh sih... Dalih seperti itu dijadikan pembenaran untuk mengambil apa yang bukan menjadi haknya.

Dan cara dunia memandang pun menjadi semakin terbalik. Jaman sekarang orang yang jujur dan tulus justru dipandang aneh atau malah bodoh. Orang semakin cenderung berpikir pendek dan mementingkan urusan duniawi, dan itulah orang-orang yang dianggap pintar. Apa yang dikatakan Daud dahulu: "Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik" (Mazmur 14:1), kini semakin banyak dianut orang. Orang tidak lagi memikirkan pertanggungjawaban kelak di hadapan Tuhan. Masalah kekal nanti dulu, pikirkan dulu dunia yang fana ini. Lumayan kan bisa kaya selama sisa hidup? Anak-anak dikasih makan hasil korupsi juga tidak apa-apa, ketimbang hidup susah kalau jujur. Atau kalaupun tahu bahwa Allah itu ada, tetapi mereka mengira bahwa Tuhan tidak akan menghukum karena mereka menyalah artikan bentuk kasih dan kesabaran Tuhan yang besar dan panjang. Bentuk ilusi rohani seperti inipun sudah disinggung dalam Alkitab. "Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan--atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?" (Maleakhi 2:17). Bukankah itu yang terpampang di depan mata kita saat ini?

Dalam Mazmur terdapat ayat yang bunyinya demikian: "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia." (Mazmur 24:4-5). Apa yang dimaksud dengan orang yang bersih tangannya? Rajin cuci tangan? Pakai antiseptik? Sarung tangan? Tidak main lumpur dan yang kotor-kotor? Tentu bukan. Yang dimaksud dengan orang yang bersih tangannya berarti menjauhi bentuk-bentuk penipuan, menjauhi kecurangan dan tidak gampang tergoda oleh keuntungan-keuntungan lewat jalan yang salah. Orang yang bersih tangannya adalah orang yang tidak melakukan hal-hal salah dan jahat dalam bekerja atau melakukan segala sesuatu. Orang yang bersih tangannya tidak melakukan hal-hal yang tercemar.

Bagaimana dengan pure heart atau murni hatinya? Ini adalah jenis orang yang tidak tergoda pada kecurangan. Kalau kita lihat dalam beberapa ayat lain, dalam Mazmur 24:3-4 dikatakan "Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja." He who loves purity and the pure in heart", itu yang dikatakan dalam bahasa Inggrisnya. Inilah orang-orang yang bisa mendapat kehormatan. Setelah renungan ini saya akan membahas lebih jauh mengenai kemurnian hati ini.

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, itulah yang berkenan di hadapan Tuhan. Orang seperti inilah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan dan masuk ke dalam tempatNya yang kudus (Mazmur 24:3), dan mereka inilah yang akan menerima berkat dan keadilan dari Tuhan. (ay 5). Inilah upah besar yang dijanjikan Tuhan bagi orang yang hidup jujur dan tulus.

Kehidupan dalam tingkatan seperti inilah yang diinginkan Tuhan. Kasih dalam standar kekristenan harus mengandung kebaikan-kebaikan yang mencakup kedua hal ini. "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." (1 Korintus 13:4-7). Di dalam kasih itu ada bentuk-bentuk hidup dengan hati yang murni, penuh ketulusan dan kejujuran. Artinya jika kita mengaku hidup dalam kasih Tuhan, seharusnya kedua hal ini pun terpancar dari kehidupan kita. Bagaimana mungkin orang yang tidak jujur dan tidak tulus masih berani mengaku punya kasih dalam dirinya? Dan bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki kasih mengaku mengenal Allah? "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (1 Yohanes 4:8).

Kalau kita sadar bahwa segala sesuatu itu berasal dari Tuhan, kita tidak perlu takut kekurangan dan khawatir akan hari depan sehingga merasa perlu melakukan tindakan-tindakan yang tidak jujur atau curang agar bisa mampu mencukupi hidup. Kita tidak perlu merasa iri melihat orang lain, justru harus bisa belajar untuk mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang kepentingan diri sendiri. Yakobus mengingatkan "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."(Yakobus 3:16).

Kita harus selalu menghindari berbuat curang yang mencermarkan hati kita. Ketahuilah bahwa meski mungkin kita berhasil mengelabui manusia, tapi Tuhan akan selalu melihat segala perbuatan kita. Dan Firman Tuhan berkata:"Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab." (Ibrani 4:13). Secara tegas Tuhan juga berfirman:  "Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN." (Yeremia 8:12).

Orang bisa saja menganggap bahwa Tuhan tidak menghukum mereka saat ini dan berpikir bahwa mereka aman dari hukuman. Orang-orang jahat ini bisa saja pintar dalam menipu manusia, atau menghamburkan uangnya untuk menyuap penegak hukum agar terlepas dari jerat hukum. Sekarang mungkin lepas, tapi pada suatu ketika nanti hukuman Tuhan itu tetap akan tiba biar bagaimanapun. Akan datang waktunya dimana semua harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, dan disana tidak akan ada yang bisa berkelit lagi. Kepentingan sesaat di dunia fana diprioritaskan dengan sebuah hidup yang kekal? Itu tentu sebuah pilihan yang sangat naif.

Dunia memang semakin lama semakin keliru menilai prinsip hidup, tetapi kita orang percaya tidak boleh ikut-ikutan seperti itu. Dunia bisa saja semakin kekurangan orang-orang yang tulus dan jujur, kita harus menunjukkan bahwa umatNya yang ada di dunia ini bisa tampil beda dengan ketulusan dan kejujuran sebagai bagian dari kehidupan kekristenan yang sebenarnya. Oleh karena itu jagalah agar kita bisa memiliki ketulusan hati dan kejujuran. Apapun alasannya, apapun resikonya,  Belajarlah untuk senantiasa mempercayai Tuhan, mengasihiNya dan hidup sesuai kehendakNya. Tuhan menyediakan berkat-berkat bagi orang yang hidup dengan ketulusan, kejujuran dan kemurnian hati. Firman Tuhan berkaa: "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah." (Matius 5:8). Ini janji Tuhan sendiri. "Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya."(Mazmur 73:1).

Kita bisa dipandang bagai mahluk aneh, ditertawakan dan menganggap kejujuran dan ketulusan sebagai sebuah kebodohan. Let it be. Sebab bukan apa kata manusia yang penting, tapi bagaimana Tuhan memandang hidup kita itulah yang penting. Tuhan menjanjikan berkat dan keadilan bagi orang-orang yang hidup dengan tangan yang bersih dan hati yang murni. Orang seperti ini bisa masuk ke dalam rumahNya, berdiam di bukitNya, dan mendapat jaminan berkat dan keadilan dari Tuhan. Nikmati kebaikan Tuhan lewat hidup yang kudus dimana ketulusan dan kejujuran berperan didalamnya. Keduanya merupakan bagian dari integritas yang wajib dimiliki anak-anak Tuhan. Tuhan sanggup memberkati anda berlimpah-limpah dan melindungi hidup setiap orang yang berjalan seturut kehendakNya, dan anda bisa memperoleh semua itu tanpa harus melakukan tindakan-tindakan yang justru akan menghancurkan diri sendiri.

Tangan yang bersih dan hati yang murni merupakan bagian dari integritas yang harus menjadi gaya hidup orang percaya

Tuhan Yesus Kristus memberkati...

Label: KPY, RHO
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pencarian

Renungan

  • KPY
  • RHO
  • NDC
  • KESAKSIAN
  • INSPIRASI
  • INFO
  • KIRIMAN SAUDARA

Dibaca Terbanyak

  • Ibrani
  • Hidup di dalam kasih setia Tuhan
  • Dunia kembali di bersihkan
  • Mematikan Keinginan Daging
  • Mark-Up

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

Twitter KPY

Tweets by @KPY_Official

Kirimkan Renungan Saudara disini

Nama

Email *

Pesan *

Copyright © 2009-2020 . Designed by Kembali Pada YESUS