Shalom,
Disaat kita menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain, iblis mengintimidasi supaya kita membalas perbuatan orang itu. Jika kita menuruti intimidasi iblis, tidak ada bedanya kita dengan orang yang menyakiti kita. Kita sebagai anak-anak Tuhan punya standar yang lebih tinggi yaitu standar untuk hidup di dalam kasih.
Jika kita hidup di dalam kasih, kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Kita akan membalas kejahatan dengan kasih dan kebaikan.
Mungkin secara pikiran dunia kita dianggap kalah, tetapi kita menang di hadapan Tuhan. Karena kita telah melakukan sesuai yang Tuhan kehendaki.
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar."
( Matius 5:39, 44-45 )
Sahabatku, apakah responmu jika ada orang yang menyakitimu? Apakah kamu akan mengikuti intimidasi iblis untuk membalas, ataukah kamu mengikuti kehendak Tuhan untuk memberikan kasih dan pengampunan kepada orang yang menyakitimu?
Mari kita menjadi anak-anak Tuhan yang mau mengampuni dan memberkati orang yang menyakiti kita. Kita harus berbeda dengan orang dunia, kita harus menjadi terang sehingga nama Tuhan dipermuliakan melalui kehidupan kita.
Tuhan Yesus Kristus memberkatimu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar