Hari Ini

Ayat bacaaan: Ibrani 3:13
==================
"Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa."

Waktu sehari ada 24 jam, sebulan sekitar 30-31 hari dengan pengecualian bulan Februari yang hanya 28 hari dan 29 hari setiap empat tahun sekali. Tapi secara garis besar, masa atau jalannya waktu dibagi atas tiga bagian yaitu masa lalu (past), masa kini (present) dan masa yang akan datang (future). Setiap detik yang kita lewati menjadi past, yang sedang kita jalani itu present, sedang yang belum kita masuki disebut future. Ada pula yang membaginya dengan kemarin (yesterday), hari ini (today) dan esok hari (tomorrow). Tiga bagian sederhana tapi menarik untuk kita cermati. Kita tidak bisa mengulang masa lalu. Sekali terlewat, maka tidak lagi hal yang bisa kita ubah. Kita tidak bisa memutar balik jam untuk kembali ke masa lalu. What's done is done. We can never turn back the clock and repeat something that has happened in the past. Sementara untuk masa depan, tidak satupun kita yang bisa tahu apa yang akan terjadi disana. Memprediksi bisa, tetapi tidak akan pernah mengetahuinya secara pasti. Kita bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi sedetik lagi. Satu-satunya masa yang bisa kita isi dengan melakukan yang terbaik adalah saat ini. Today, at present time, right now, the very hour, minutes or seconds we are at. Kita tidak bisa mundur ke waktu yang sudah berlalu dan memperbaikinya, tetapi kita bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah kita buat di masa lalu dengan perubahan ke arah yang lebih baik yang kita lakukan hari ini. Dan apa yang kita putuskan atau lakukan hari ini akan sangat mempengaruhi seperti apa kita kelak di masa depan.

Dengan kata lain, waktu saat ini yang sedang kita jalani sangatlah penting dan menentukan arah kita, kemana kita akan menuju. Firman Tuhan yang saya pakai sebagai ayat bacaan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya memperhatikan baik-baik segala sesuatu yang sedang kita jalani sekarang. "Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa." (Ibrani 3:13). Betapa pentingnya pesan ini yang mengingatkan kita agar tidak menutup mata ketika melihat ada orang-orang yang masih sesat, termasuk pula untuk diri sendiri. Kita tidak boleh menutup mata terhadap diri kita sendiri dengan terus memberi toleransi kepada dosa untuk terus menggerogoti kita. Di satu sisi kita perlu mengingatkan orang yang tersesat, disisi lain kita sendiri pun pasti masih membutuhkan nasihat, teguran atau peringatan dari orang lain yang dekat dengan kita. Jika mereka menutup mata dan membiarkan kita tersesat, bukankah kita sendiri yang rugi? Begitu pula saudara-saudari kita yang masih melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan membutuhkan orang yang mau mengingatkan mereka, dan itu menjadi tugas kita. Sebuah panggilan untuk menjadi terang dan garam bukan saja berarti bahwa kita harus berbuat baik dalam hidup kita, tetapi termasuk pula di dalamnya untuk menerapkan prinsip "saling", saling mengingatkan, saling menasihati dan saling mendukung atau membantu.

Perhatikanlah bahwa Penulis Ibrani menekankan kata "HARI INI". Mengapa sang Penulis memberi penekanan pada kata itu? Jawabannya jelas, karena kita semua tidak akan pernah tahu kapan waktu dan kesempatan kita berakhir. Bisa puluhan tahun lagi, bisa beberapa tahun lagi, beberapa bulan, beberapa hari, atau bahkan bukan tidak mungkin pula ini hari terakhir kita di muka bumi. Pemazmur mengakui dan berkata "Masa hidupku ada dalam tangan-Mu." (Mazmur 31:16). Panjang pendeknya usia kita memang ada dalam tangan Tuhan. Menyia-nyiakan waktu yang masih ada untuk membawa yang sesat kembali ke jalan Tuhan akan membuat kita melewatkan sebuah kesempatan untuk memenuhi tugas sesuai panggilan kita di bumi ini. HARI INI mungkin merupakan kesempatan terakhir kita untuk memperoleh pengampunan Tuhan, atau jika kita sudah berjalan sesuai dengan kehendakNya, hari ini bisa menjadi kesempatan terakhir kita untuk membagikan kasih dan keselamatan yang telah dihadiahkan Tuhan kepada saudara-saudari kita, orang-orang terdekat dan yang kita kasihi. Dan keputusan ada di tangan kita.

Selalu ada seribu satu alasan yang bisa kita kemukakan untuk menghindari seruan Tuhan ini. Mungkin kita merasa segan, merasa tidak cukup bisa, tidak berani, tidak tahu caranya atau merasa itu bukan tugas kita. Rasa individualisme dan ego manusia semakin lama semakin menebal. Untuk menolong orang yang jelas-jelas menangis di depan kita saja sudah semakin sulit, apalagi untuk mengingatkan orang yang masih berada dalam situasi tersesat. Di sekeliling kita ada banyak orang yang masih tenggelam dalam jerat-jerat dosa. Waktu mereka sama seperti kita, tidak ada satupun dari kita yang tahu kapan pastinya kita dipanggil pulang. Kita cenderung menunggu sampai orang lain yang menghampiri dan mengingatkan mereka, kita cenderung berdiam diri, tetapi tidakkah kita sadari bahwa kita pun sebenarnya bisa melakukan sesuatu untuk itu?

Tuhan Yesus sendiri sebenarnya telah mengingatkan agar kita bisa menghargai waktu yang ada dan memakainya semaksimal mungkin untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang telah dibebankan kepada kita. "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja." (Yohanes 9:4). Ada waktu dimana kita tidak lagi bisa melakukan apa-apa, oleh karena itulah kita harus bisa mempergunakan waktu dengan semaksimal mungkin. Yakobus juga mengingatkan kita akan singkatnya masa hidup kita. "sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14). Musa menyadari betul akan hal itu, sehingga ia berkata dalam doanya: "Ajarlah kami menghitung hari-ha ri kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (Mazmur 90:12).

Jika ada kesempatan yang masih diberikan Tuhan hari ini, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk menasihati orang lain, marilah kita mempergunakan waktu dan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Jangan sia-siakan, jangan tunda lagi. Mari kita periksa diri kita lalu memperhatikan orang-orang di sekeliling kita. Bukan besok, bukan nanti, bukan kapan-kapan, tetapi mulailah lakukan hari ini juga, karena tidak ada satupun dari kita yang tahu apa yang akan terjadi kemudian.

Hargai waktu yang diberikan Tuhan dengan memanfaatkannya semaksimal mungkin
Read More »

Matius 18:21-22

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus:
"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku
jika ia berbuat dosa terhadap aku?
Sampai tujuh kali?"
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu:
Bukan sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.


Read More »

1 Petrus 5:8

Sadarlah dan berjaga-jagalah!
Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling
sama seperti singa yang mengaum-aum
dan mencari orang yang dapat ditelannya.



Read More »

You are Precious

Shalom,
Disaat seseorang terus mengalami tekanan dan cobaan hidup, jika salah dalam merespon akhirnya akan membuat orang itu mulai mengasihani dirinya sendiri.
Celah ini yang akan dipakai iblis untuk menyerang sehingga membuat orang itu merasa tidak berharga dan berpikir Tuhan pun tidak memperhatikannya.

"Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu."
( Yesaya 43:4 )

Sahabatku, jangan mengasihani dirimu sendiri sebab kamu sangat berharga di mata Tuhan. Dia rela datang ke dunia dan mati di kayu salib untuk menebus dosa setiap kita karena Dia ingin kita bisa ada bersama denganNya di dalam Kerajaan Sorga.
Tuhan sangat mengasihimu karena setiap Dia lihat dirimu, Dia melihat gambaran DiriNya dalammu.
Oleh karena itu jangan beri celah untuk mengasihani dirimu. Percayalah Tuhan sangat mengasihimu dan memberikan rancangan yang terbaik untukmu.

Selamat hari minggu

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu
Read More »

Matius 18:18

Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya apa yang kamu
ikat di dunia ini akan terikat di sorga
dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini
akan terlepas di sorga.

Read More »

2 Timotius 3:15-16

Ingatlah juga bahwa dari kecil
engkau sudah mengenal Kitab Suci
yang dapat memberi hikmat kepadamu
dan menuntun engkau kepada keselamatan
oleh iman kepada Kristus Yesus.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah
memang bermanfaat untuk mengajar,
untuk menyatakan kesalahan,
untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran.

2 Timotius 3:15-16


Read More »

Bencana Kebakaran Karaoke Keluarga di Manado

Turut berduka cita atas musibah kebakaran yang terjadi di tempat karaoke keluarga di manado. Yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia.

Doakan keluarga yang di tinggalkan, dapat kuat melewati cobaan ini.

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah Tuhan...

Tuhan Yesus Kristus memberkati...
Read More »

Hidup di dalam kasih setia Tuhan

Shalom,
Kunci kita dapat menikmati hidup adalah dengan hidup di dalam kasih setia Tuhan. Dan untuk hidup di dalam kasih setia Tuhan, kita harus sungguh-sungguh mengasihi-Nya dan menjadikan segala perintah-Nya sebagai pedoman hidup kita.

"tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku."
( Keluaran 20:6 )

Sahabatku, apakah selama ini kamu sudah menikmati hidup bersama Tuhan?
Mari hiduplah di dalam kasih setia Tuhan. Jadikan Firman Tuhan sebagai pedoman hidupmu. Kasihi Tuhan bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan, dan terus jaga hidupmu berkenan kepada-Nya. Sehingga penyertaan dan perlindungan Tuhan selalu ada di sepanjang kehidupanmu.

Have a great day

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu
Read More »

Hidup ini Hanya Sementara

Shalom,
Beberapa hari yang lalu karyawanku mendapat kabar mertuanya meninggal. Karyawanku cerita bahwa dia tidak mengira hal itu terjadi. Karena selama ini sebenarnya orang tuanya yang sedang sakit bertahun-tahun, tetapi malah yang meninggal mertuanya yang selama ini terlihat jauh lebih sehat.
Dari kejadian ini aku kembali diingatkan Tuhan bahwa setiap manusia harus sadar hidup di dunia hanya sementara dan tidak ada yang bisa mengetahui kapan Tuhan mau panggil. Cuma sayang sekali, banyak orang yang terlalu sibuk dengan kehidupannya sehingga lupa akan hal ini. Banyak orang yang berambisi mengejar banyak hal dalam hidupnya, dan akhirnya tidak siap menghadapi kematian karena tidak menjaga hidupnya berkenan kepada Tuhan.

"Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya."
( Pengkhotbah 7:2 ) 

Sahabatku, mari setiap kita introspeksi bagaimana hidup kita selama ini di hadapan Tuhan?
Tidak ada manusia yang hidup abadi, semua pasti akan menghadapi yang namanya kematian. Oleh karena itu kita harus menjaga langkah hidup kita berkenan di hadapan Tuhan. Sehingga kapanpun Tuhan panggil kita, Dia tetap mendapati kita tetap setia dan berkenan kepadaNya.

Tuhan Yesus Kristus memberkati

Read More »

Pondasi yang Kuat

Shalom,
Faktor terpenting di dalam sebuah bangunan adalah memiliki pondasi yang kuat. Jika pondasinya tidak kuat, maka suatu saat bangunan akan roboh karena pondasinya tidak kuat menerima beban yang berat dari bangunan tersebut disaat menghadapi cuaca yang tak menentu.
Begitupun juga dengan kehidupan kita. Kalau kita tidak memiliki pondasi yang kuat antara hubungan kita dengan Tuhan. Suatu saat kita pun tidak akan kuat menahan beban kehidupan kita.

"Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
( Matius 7:26-27 )

Sahabatku, sudahkah kamu membangun pondasi yang kuat di dalam Tuhan?
Jika selama ini kamu masih belum punya pondasi yang kuat di dalam Tuhan, mari mulai sekarang sama-sama kita bangun hubungan yang dekat sama Tuhan.
Bangun hubungan yang dekat melalui doa, baca Firman Tuhan dan menyanyikan pujian kepada Tuhan tiap hari.
Jadikan Tuhan yang terutama dalam hidupmu dan aplikasikan seluruh Firman Tuhan dalam hidupmu.
Walau badai kehidupan datang silih berganti, asal kamu punya pondasi yang kuat di dalam Tuhan, kamu pasti menang atasi semua bersama Tuhan.

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu

Read More »

Ketaatan Membawa Terobosan

Shalom,
Ketaatan adalah langkah awal kita untuk bisa masuk di dalam perencanaan Tuhan. Disaat kita mau terus taat, kita akan mulai berjalan di dalam tracknya Tuhan. Taat dan setialah dalam segala hal bahkan perkara kecil sekalipun, karena saat Tuhan lihat ketaatan kita, maka akan banyak perkara yang lebih besar dipercayakan kepada kita.

"Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota."
( Lukas 19:17 )

Sahabatku, ketaatan kepada Tuhan adalah hal yang harus kita miliki untuk memiliki hidup yang penuh dengan terobosan. Disaat kita mau taat, kuasa Tuhan berkuasa penuh atas kita. Oleh karena itu kita harus tetap setia kepada Tuhan. Karena disaat kita tidak setia, dosa menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan.
Mari kita hidup taat dan setia kepada Tuhan. Untuk bersama masuk di dalam rancangan Tuhan yang akan mengubahkan hidup kita menjadi luar biasa.

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu

Read More »

Mencabut Akar Pahit

Shalom,
Disaat seseorang mempunyai amarah yang belum diselesaikan, lama kelamaan amarah itu akan terbentuk menjadi sebuah akar pahit. Dan bila dibiarkan, akar pahit itu akan terus bertumbuh dan akan menjadi sebuah penghalang antara kita dengan Tuhan. Akar pahit akan seperti benalu yang tumbuh di batang sebuah pohon. Pohon yang ditumpangi tidak pernah berbuah maksimal, karena ada benalu yang menyerapnya. Bahkan jika terlalu lama dibiarkan pohon yang ditumpangi akan mati. Cara yang efektif adalah mencabut benalu sampai ke akarnya.
Demikian pula akar pahit dalam hidup kita. Akar pahit akan menjadi tempat berpijak yang sah buat iblis dalam kehidupan kita. Sehingga iblis akan menghalangi dan mencuri berkat-berkat Tuhan sehingga hidup kita tidak maksimal dan sepertinya sulit mendapat jawaban doa.

"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."
( Markus 11:25 )

Sahabatku, coba kita introspeksi apakah saat ini ada akar pahit dalam kehidupan kita terhadap seseorang yang belum kita selesaikan?

Mari ambil respon yang benar untuk berani mengambil langkah mencabut akar pahit dalam kehidupan kita. Benalu harus dicabut sampai ke akar supaya tidak tumbuh lagi, demikian pula jika kita mau menyelesaikan akar pahit jangan setengah-setengah. Lepaskan pengampunan, berdamai dengan orang yang bersangkutan, dan nyatakan kasihmu kepadanya. Supaya tidak ada penghalang lagi antara kita dengan Tuhan dan kuasa Tuhan dapat dinyatakan maksimal dalam kehidupan kita.

Selamat hari minggu

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu

Read More »

You Never Walk Alone

Shalom,
Disaat kita menjalani kehidupan, seringkali karena terlalu berat untuk menjalaninya, ada rasa lelah menjalani kehidupan. Apalagi jika ternyata kita menjalani pergumulan dalam waktu yang lama dan belum kunjung ada pemulihan dari Tuhan. Rasa letih timbul karena selama ini kita hanya mengandalkan diri kita sendiri. Disaat kita hanya mengandalkan diri sendiri, kita lupa bahwa sebenarnya ada Tuhan yang berjalan bersama kita.

"Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."
( Ulangan 31:8 )

Sahabatku, apakah saat ini kamu merasa letih menjalani kehidupanmu?
Jangan putus asa, dan jangan lelah, masih ada jalan keluar bagimu. Jangan andalkan dirimu sendiri, dan sadari ada Tuhan Yesus yang berjalan menyertai kita. Berikan ruang bagi Tuhan dalam hidupmu dan Andalkan Dia dalam segala di hidupmu. Percayalah kuasaNya pasti memulihkan hidupmu.

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu

Read More »

Sacrifice of Praise

Shalom,
Setiap hari kita dapat lalui semua karena campur tangan Tuhan. Walaupun hari-hari yang saat ini kamu jalani masih terlihat sulit dan penuh dengan pergumulan, percayalah kita sedang berada di dalam proses Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya dinyatakan dalam hidupmu. Dan disaat kita mengucap syukur kepada Tuhan atas semua yang hal dalam hidup kita, kita menyukakan hati Tuhan. Karena disaat kita mengucap syukur dalam segala hal, kita percaya akan rancangan-Nya dan Tuhan pasti beri yang terbaik dalam hidup kita.

"Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya."
( Ibrani 13:15 )

Sahabatku, sudahkah kamu mengucap syukur atas hidupmu?
Mungkin saat ini hidupmu masih menemui banyak persoalan dan tantangan. Tetapi mari kita sadari bahwa jika Tuhan masih beri kesempatan kepada kita untuk tetap hidup sampai hari ini, berarti masih ada rencana Tuhan yang belum selesai Dia nyatakan di dalam hidup kita. Oleh karena itu mengucap syukurlah di dalam segala hal, karena hidupmu masih ada di dalam prosesnya Tuhan. Percayalah disaat kamu terus mengucap syukur atas hidupmu, Tuhan berkenan dan kuasa-Nya akan segera bekerja lebih luar biasa lagi untuk menyatakan kemuliaan-Nya dalam hidupmu.

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu

Read More »

Tertawalah (Selagi Masih Bisa?)

Ayat bacaan: Amsal 17:22
===================
"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."

"Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang." Jargon ini melekat erat pada sebuah grup lawak yang sangat terkenal di akhir 70an sampai dua dekade berikutnya. Mengingat pada masa itu pemerintahan masih bersifat sangat represif yang memperbolehkan pemerintah mengintervensi dan mengangkangi kebebasan orang untuk menyuarakan pendapat, kalimatnya menjadi terdengar sangat relevan sekaligus lucu. Dalam banyak hal di kehidupan nyata, kalimat ini masih agak-agak nyambung juga. Mungkin bukan pakai kata 'dilarang', tapi diganti sedikit dengan 'selagi masih bisa'. Jadi kalimatnya berubah menjadi "Tertawalah selagi masih bisa." Rata-rata manusia akan tertawa saat berada dalam keadaan baik, tapi akan segera kehilangan sukacita yang bisa membuat mereka tertawa lepas saat masalah mulai muncul dalam hidup mereka, bahkan meskipun hanya sedikit atau ringan. Jangankan tertawa, senyum pun berat. Seperti ada pemberat yang digantungkan di kedua ujung bibir sehingga sulit sekali untuk bisa melengkungkan mulut ke arah atas, sebaliknya sangat mudah untuk menekuk ke bawah. Air muka keruh atau murung. Kalau sudah begitu tertawa pun sudah tidak lagi bisa.

Berbagai penelitian medis sejak lama menyatakan bahwa tertawa itu sebenarnya sehat. Tertawa bahkan dipercaya bisa menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan bisa memperpanjang usia. Sebaliknya orang sehat pun lama-lama bisa jatuh sakit jika tidak lagi ada kebahagiaan dan kegembiraan dalam hidupnya. Tidak satupun penelitian yang menyimpulkan sebaliknya bahwa tertawa itu berbahaya bagi kesehatan. Kita sudah tahu betul akan hal itu, akan tetapi kita seringkali tidak mampu untuk mengatasi berbagai perasaan negatif yang bercokol di dalam kita. Ironisnya, bentuk kehidupan yang keras dan berat membuat kita lebih sering bergumul ketimbang berada dalam keadaan baik. Ketakutan, kekhawatiran, kekecewaan, kesedihan, penderitaan dan sebagainya, itu akan setiap saat sanggup merampas sukacita dari hidup kita dan dengan sendirinya menahan senyum atau tawa untuk terlukis di wajah kita.

Jauh sebelum penelitian-penelitian medis itu dibuat, Alkitab sudah terlebih dahulu menyatakannya. Dalam Amsal kita bisa menemukan itu, dimana tulisannya berasal dari orang yang paling berhikmat di dunia, yaitu Salomo. "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (Amsal 17:22). "Happy heart is a good medicine, and a cheerful mind works healing." Itu yang tertulis dalam versi bahasa Inggrisnya dengan lebih rinci. Hati yang gembira itu obat yang manjur atau mujarab, dan pikiran yang bersukacita mendatangkan kesembuhan. Sebaliknya orang yang hatinya murung dikatakan akan mengeringkan tulang, atau mematahkan semangat. Ini sebuah ayat yang mungkin tidak lagi asing bagi kebanyakan dari kita, tetapi sudah sejauh mana kita mengaplikasikannya dalam hidup kita? Atau pertanyaan berikutnya, sudah tahukah kita bagaimana agar hati kita tetap berada dalam kondisi riang?

Kebanyakan orang seringkali keliru menggantungkan letak kegembiraannya. Kita cenderung menganggap bahwa gembira tidaknya kita sangatlah tergantung dari situasi, kondisi atau keadaan yang tengah kita alami hari per hari. Hati kita pun akan terus berada dalam situasi tidak menentu dan tidak stabil. Sebentar bisa gembira, sebentar bisa sedih. Sebentar tertawa, sebentar lagi menangis. Sekarang senang, tapi kemudian bisa penuh dengan amarah dan lain-lain. Tidakkah kita sering bertemu dengan orang yang mood nya swing, benar-benar tidak stabil? Baru saja tertawa ia bisa marah-marah, lalu menangis dan kemudian tertawa lagi. Mungkin kita sendiri juga seperti itu. Kita menyetir sambil tertawa riang, tiba-tiba ada pengemudi lain yang menyalip dengan sembrono dan seketika itu pula kita terpancing emosi.

Mendasarkan kepada situasi akan membuat hati kita terus berada dalam kondisi tidak stabil, dan itu tidak akan baik buat hati dan hidup kita. Di sisi lain, apakah kemurungan dan perasaan susah tidak akan membantu atau memberikan sesuatu yang baik? Itu tidak akan memberikan apa-apa selain menambah masalah saja. Dan Yesus sudah mengingatkannya sejak lama: "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27). Kuatir, sedih, murung atau perasaan-perasaan negatif lainnya tidak akan pernah memberi manfaat apapun. Dan apabila kita terus murung, tidaklah heran jika hari-hari yang kita lalui pun terasa buruk semuanya. Jadi bukan soal ada hari baik dan buruk, tapi lebih kepada bagaimana kita memandang hari-hari yang kita jalani. Lihatlah apa yang ditulis dalam Amsal berikut: "Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta."(Amsal 15:15).

Alkitab pun sudah menyatakan sejak awal bahwa sebuah kebahagiaan sejati seyogyanya tidak tergantung dari situasi dan lingkungan sekitar, melainkan sesungguhnya berasal dari Tuhan. Ada banyak sekali ayat yang sebetulnya menyatakan hal itu untuk kita camkan sungguh-sungguh. Salah satunya berbunyi: "Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya." (Mazmur 33:21). Sukacita atau kegembiraan yang berasal dari Tuhan pun ternyata mampu menular mempengaruhi orang lain. "Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita."(34:3). Kemana dan dimana kita menggantungkan kebahagiaan hati kita akan sangat menentukan seperti apa kita hari ini. Apakah kebahagiaan, keceriaan, keriangan yang terpancar dari dalam diri kita dan tercermin lewat senyum atau tawa lebar yang bisa membawa suasana senang bagi orang-orang disekitar kita, atau justru kehadiran kita membawa kemuraman dan suasana yang sama sekali tidak enak bagi mereka.

Apa yang anda inginkan untuk terlukis di wajah anda hari ini? The face of rage, anger, sadness, or the smiling face full of joy, happiness and laughter? Ketahuilah bahwa itu tidak tergantung dari kondisi yang tengah dialami, melainkan seberapa besar anda mengizinkan Tuhan berperan dalam hidup anda. Kita bisa memilihnya, bukan hanya diam pasrah membiarkan kondisi hati tidak menentu terombang-ambing dalam berbagai perasaan. Kegembiraan sejati sesungguhnya ada di dalam hubungan erat kita dengan Tuhan dan bukan kepada kondisi faktual kita. Hidup dalam penyertaan Tuhan akan bisa membuat kita tetap ceria dan tertawa meski situasinya sedang tidak kondusif.

Kita bisa melihat bagaimana cara Pemazmur untuk tidak mengizinkan sedikitpun rasa tidak tenteram atau gelisah merampas sukacita dari dirinya. "Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram." (Mazmur 16:8-9). Jika demikian, tersenyum dan tertawalah sekarang juga, dan nikmati hidup yang dipenuhi kebahagiaan sejati yang ada pada hidup yang digantungkan kepada Tuhan.

Sulit atau mudahnya tertawa bukan tergantung dari situasi tetapi dari seberapa dekatnya kita dengan Tuhan

Tuhan Yesus Kristus memberkati...

Read More »

Tuhan Tidak Adil?

Shalom,
Seringkali kita melihat orang-orang yang hidup jauh dari Tuhan hidupnya jauh lebih enak dibanding dengan kita yang hidup di dalam Tuhan. Sehingga kita bertanya sama Tuhan, kenapa sepertinya Tuhan tidak adil?
Kita melihat kehidupan orang lain hanya bisa dari satu sisi, kita hanya bisa melihat yang kelihatan. Mungkin hidupnya terlihat enak dan berkelimpahan, tetapi jika dia hidup hidup jauh dari Tuhan, ada satu yang tidak bisa dapatkan yaitu damai sejahtera dan kebahagiaan yang sejati. Karena damai sejahtera hanya bisa di dapatkan jika kita hidup di dalam Tuhan.

"Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya."
( Pengkhotbah 8:12 )

"Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!"
( 2 Korintus 13:11 )

Sahabatku, Jangan pernah sangsikan Tuhan dalam hidupmu, sebab sesungguhnya hidupmu jauh lebih baik dari orang yang hidup jauh dari Tuhan.
Jangan menilai kehidupan berdasarkan materi, karena materi hanya dapat membeli kebahagiaan yang semu. Kalau kamu hidup benar di dalam Tuhan, hidupmu dijamin oleh Tuhan dan banyak caraNya yang ajaib untuk mencukupi setiap kebutuhanmu. Dan sadarilah hanya orang hidup di dalam Tuhan yang mendapatkan damai sejahtera dan kebahagiaan yang sejati dari Tuhan. Oleh karena itu jaga hidupmu tetap di dalamNya, penyertaanNya pasti sempurna dalam hidupmu.

Selamat hari minggu

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu

Read More »

Mencari Pasangan Hidup

Shalom,
Selama ini banyak paradigma yang salah mengenai pasangan hidup. Ada yang berpikir kalau belum ketemu jodohnya, pasti masih bisa putus saat pacaran atau mungkin masih ada konflik disaat berpacaran.
Atau juga misalkan belum punya pasangan, berarti kita belum ketemu jodoh yang Tuhan sudah tetapkan dari awal.
Sebenarnya pemikiran seperti itu salah karena Tuhan menciptakan manusia itu spesial, Tuhan menciptakan manusia dengan kehendak dan akal budi. Manusia bukan robot, manusia diberi kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya, termasuk memilih pasangan hidup. Tuhan memberikan kebebasan memilih dan memperlengkapi dengan hikmat untuk bisa memilih orang yang tepat untuk bisa saling melengkapi satu dengan yang lain. Serta bersama menyatukan dua pribadi yang berbeda untuk masuk di dalam rancangan Tuhan dalam pernikahan yang kudus.

"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji."
(Amsal 31:30 )

Sahabatku, apakah saat ini saat ini kamu tengah merindukan seorang pasangan hidup?
Pasangan hidup tidak akan datang kalau kita cuma menunggu. Kita harus aktif melihat sekeliling dan pakai hikmat yang Tuhan beri untuk memiliki kepekaan. Kepekaan untuk menyadari apakah ada seseorang di sekeliling kita yang bisa bersama saling melengkapi dan menopang untuk bersama-sama masuk dalam rencana Tuhan?
Ingat pasangan yang baik, bukan karena dia memiliki paras yang cantik atau ganteng, bukan juga yang kaya dan berlimpah materi. Pasangan yang baik adalah pasangan yang bisa saling menguatkan dan membangun di dalam Tuhan, dan bisa saling membantu untuk menyatukan dua pribadi yang berbeda.
Selamat melihat sekelilingmu, siapa tau sudah lama pasangan hidupmu berada di sekitarmu tetapi kamu tidak menyadarinya.

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu

Read More »

Facing The Giants

Shalom,
Disaat berada di medan peperangan, orang pasti akan terintimidasi bila menghadapi lawan yang bertubuh jauh lebih besar dari dirinya sendiri. Tetapi berbeda dengan Daud. Disaat dia harus menghadapi Goliath, dia sama sekali tidak takut melihat Goliath yang besar. Daud tidak takut karena dia yakin Tuhan yang punya kuasa lebih besar dari goliath beserta dengannya.

"Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.""
( 1 Samuel 17:45 )

Sahabatku, sebenarnya seringkali kita menghadapi keadaan yang sama seperti Daud hadapi. Seringkali di dalam kehidupan kita diperhadapkan dengan pergumulan yang begitu berat, sehingga kita merasa terlalu berat untuk menanggung semua masalah yang ada.
Tetapi apakah kita punya respon yang sama seperti Daud yang tidak terpengaruh dengan apa yang harus dihadapi karena yakin ada Tuhan beserta dengannya?
Seringkali kita terlalu fokus melihat besarnya masalah yang kita hadapi sehingga tidak menyadari ada Tuhan yang jauh lebih besar kuasanya beserta dengan kita.
Mari belajar seperti Daud yang mau hidup karena iman kepada Tuhan.
Apapun yang kamu hadapi saat ini, walaupun secara pikiran manusia sudah tidak ada jalan keluar, jangan kamu gentar dan tetap hadapi semua. Masih ada Tuhan besertamu, kuasaNya jauh lebih besar dari segala permasalahan yang kamu hadapi. Melangkahlah bersama Tuhan, Dia akan memberi kemenangan bagimu.

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu

Read More »