Shalom,
Beberapa hari ini aku harus mengurus anakku. Saat siang hari waktunya dia tidur, tetapi dia tidak mau tidur dan malah nonton kartun di tv. Saat aku mematikan tv, anakku menangis kencang dan tetap memaksa minta dinyalakan tv kembali untuk nonton tv. Anakku memaksakan kehendaknya karena dia masih balita dan belum dewasa.
Hal seperti ini juga terjadi kepada kita yang masih menjadi bayi rohani. Terkadang kita terlalu memaksakan kehendak dan rancangan kita kepada Tuhan. Dan bila rancangan kita tidak terjadi, kita mulai komplain dan kecewa sama Tuhan. Padahal Tuhan yang lebih tahu rancangan yang terbaik bagi kita.
"Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat."
( Ibrani 5:13-14 )
Sahabatku, mari setiap kita introspeksi apakah kita masih menjadi bayi rohani atau sudah menjadi dewasa rohani?
Apakah kita masih memaksakan kehendak kita sendiri, atau kita mau berjalan seturut dengan rancangan Tuhan dalam hidup kita?
Tuhan yang terlebih tahu yang terbaik dalam hidup kita. Jika yang terjadi tidak sesuai harapan kita, jangan kecewa. Mari terus bangun hubungan yang dekat dengan Tuhan agar kita bisa mengerti isi hati Tuhan dan mengerti rancanganNya dalam hidup kita.
Tuhan Yesus Kristus memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar