Shalom,
Saat kemarin sedang menonton tv, ada bagian dari fil di tv itu yang menarik perhatianku. Di film itu diceritakan tentang seorang anak yang nakal. Karena anaknya nakal sekali sehingga kedua orang tuanya bertengkar dan saling menyalahkan bahwa anaknya nakal karena didikan salah dari salah satu dari mereka.
Hal seperti ini yang umum banyak terjadi dalam kehidupan anak-anak Tuhan dalam menghadapi perselisihan. Dalam menghadapi perselisihan, banyak dari kita yang fokus mencari siapa yang salah. Akhirnya bukannya selesai, malah perselisihan akan semakin besar.
Tuhan mengajarkan kita untuk menjauhi perbantahan. Jadi disaat menghadapi perselisihan, kita harus pakai hikmat bukan ego kita. Bukan mencari siapa yang salah, tetapi fokus untuk mencari jalan keluar dari perselisihan yang kita hadapi.
"Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak."
( Amsal 20:3 )
"Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan."
( Amsal 15:18 )
Sahabatku, Dalam menghadapi perselisihan jangan pakai emosi. Emosi dan amarah hanya memperbesar masalah. Mari kita bijak dalam menghadapi perselisihan dengan berusaha mencari jalan keluar dari perselisihan yang kita hadapi. Dengan begitu terang kasih Tuhan nyata dalam hidup kita, dan nama Tuhan akan semakin ditinggikan dan dipermuliakan melalui kehidupan kita.
Tuhan Yesus Kristus memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar